Ketika Pelatihan KKA Mengubah Cara Pandangku tentang Koding di Sekolah Dasar

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial

Beberapa waktu lalu, aku mengikuti pelatihan KKA — singkatan dari Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Awalnya aku pikir ini cuma pelatihan teknis biasa: belajar coding, pakai komputer, dan mungkin sedikit mengenal AI.

Tapi ternyata, pelatihan ini membuka pintu baru dalam cara pandangku sebagai guru SD.

🧠 Empat Prinsip Berpikir Komputasional

Di hari pertama, narasumber menuliskan empat prinsip berpikir komputasional di papan:

  1. Dekomposisi

  2. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)

  3. Abstraksi

  4. Algorithmic Thinking

Awalnya aku ragu:

“Cocok nggak ya untuk anak-anak SD yang masih sibuk mengeja dan bermain ular tangga?”

Ternyata, prinsip-prinsip ini sangat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.

🎲 Koding Bukan Sekadar Kode

Salah satu sesi paling berkesan adalah saat kami membuat permainan sederhana dengan unplugged activity — tanpa komputer, tanpa kabel, tanpa layar.
Hanya kertas dan permainan.

Saat anak diminta menyusun langkah membuat mie instan, mereka sedang belajar membuat algoritma.
Saat anak mencari pola dari bentuk geometri, mereka sedang berlatih mengenali pattern.
Saat mereka memecah masalah besar menjadi bagian kecil, itu adalah dekomposisi.

Dari situ aku sadar: koding itu bukan soal mesin, tapi soal cara berpikir.

👦 Siswa Kecil, Pikiran Besar

Aku langsung teringat anak-anak di kelasku:

  • Kelas 4 yang penasaran dengan robot-robotan

  • Kelas 5 yang suka puzzle dan Lego

  • Kelas 6 yang pernah bilang, “Pak, aku mau bikin game kayak di HP”

Mereka mungkin kecil secara usia, tapi besar dalam rasa ingin tahu.
Di situlah peran guru: bukan hanya mengajar, tapi menyediakan ruang untuk berpikir.

🌱 Pendidikan untuk Masa Depan

Pelatihan KKA mengingatkanku bahwa pendidikan masa depan bukan soal siapa yang paling cepat hafal, tapi siapa yang paling siap menghadapi tantangan yang belum ada jawabannya.

Anak-anak kita butuh lebih dari sekadar buku dan papan tulis — mereka butuh tantangan, eksplorasi, dan ruang untuk berpikir bebas.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan membumi, koding bisa menjadi bagian dari kehidupan belajar mereka yang bermakna.

🗨️ Penutup

Mungkin, pelatihan ini bukan hanya mengubah caraku mengajar, tapi juga caraku memandang masa depan pendidikan.

Kalau kamu seorang guru, pernahkah mencoba mengajarkan koding pada anak-anak SD? Bagaimana pengalamanmu? Cerita yuk di komentar.