Persari Kwarran 03.07 Mrebet Tahun 2025
Hari ini adalah hari pelaksanaan Persari Kwarran 03.07 Mrebet Tahun 2025. Sebuah kegiatan tahunan yang, entah kenapa, selalu berhasil menyulut keriweuhan 😅
![]() |
| Dari kiri: Iqvan, Varel, Salsa, Nayla |
Begitu rombongan siap, kami pun berangkat menuju lokasi kegiatan. Tak ada lomba besar hari ini, tapi empat rangkaian kegiatan yang perlu dilewati satu per satu.
1. PBB
Kegiatan pertama adalah PBB di lapangan.
![]() |
| Kegiatan PBB di Persari Kwarran Mrebet |
Walaupun langit Mrebet pagi itu sedikit mendung, tapi hawanya tetap panas menyengat. Lapangan terasa seperti wajan raksasa, dan kami adalah ayam goreng yang sedang dipanaskan pelan-pelan.
Setelah apel pembukaan, semua peserta langsung ke titik masing-masing. Anak-anak dari sekolahku mulai baris dan mengikuti instruksi dari pembina PBB. Mereka terlihat cukup percaya diri, meski sesekali ada yang salah belok atau kakinya tidak sinkron. Maklum, latihan dua minggu tidak bisa serta-merta membuat mereka seperti pasukan elite.
Akhirnya, dia harus istirahat dulu di pinggir lapangan sampai kegiatan PBB selesai.
Begitu PBB selesai, dia sudah kembali membaik dan siap lanjut ke kegiatan berikutnya. Anak-anak memang cepat sekali kembali ceria, berbeda dengan guru yang kalau capek biasanya butuh kopi dulu sebelum bangkit lagi.
2. SKU, SKK, dan Momen ‘Aha!’ Tentang Atribut
Kegiatan kedua berlangsung di Balai Desa Mrebet.
![]() |
| Pengecekan SKU, SKK, dan Atribut |
Di sini anak-anak akan melalui pengecekan SKU, SKK, dan atribut Pramuka. Sejujurnya, bagian ini biasa-biasa saja. Kak Rasito yang membentuk lingkaran kecil dan lingkaran besar yang ada di foto itu secara bergantian memeriksa atribut yang dikenakan para peserta.
Anak-anak pun terlihat lebih percaya diri setelah bagian ini selesai. Mungkin karena mereka merasa atributnya sudah “divalidasi” secara resmi. Kami para pendamping dan anak-anak lanjut ke pos berikutnya.
3. Hasta Karya
Lokasi berikutnya adalah Aula depan TK Mrebet, tempat berlangsungnya sesi Hasta Karya.
![]() |
| Varel sedang menjelaskan Hasta Karya kepada Penilai |
Di sini, masing-masing peserta harus menjelaskan hasil karya yang mereka bawa — lengkap mulai dari alat, bahan, hingga proses pembuatannya.
4. Tes Kemampuan Komputer
Tes berikutnya bertempat di SDN 1 Mrebet, yaitu tes kemampuan komputer.
![]() |
| Salsa dan Nayla sedang mengetik di Persari Kwarran Mrebet |
Sebenarnya tesnya sederhana sekali — anak hanya diminta mengetik dua baris kalimat. Hanya itu.
Tapi, namanya juga anak-anak, berkaitan dengan dunia digital antusiasme mereka meningkat.
Begitu duduk, mereka langsung mencet keyboard seolah sedang memainkan game menyusun huruf. Tidak hanya mereka berdua, yang lain juga tidak mau melepaskan jemari dari keyboard dan mouse.
Aku hanya mengamati sambil tersenyum.
Meskipun sederhana, mereka menikmati prosesnya. Mungkin karena ini kesempatan langka untuk dengan bebas memakai laptop sekolah.
Hari yang Panas, Riweuh, Tapi Menghangatkan Hati
Menjelang siang, seluruh rangkaian kegiatan Persari selesai. Anak-anak terlihat lelah, tapi senyum mereka tidak hilang. Sementara aku… ya tetap lelah juga, tapi ada rasa puas yang susah dijelaskan.
![]() |
| Berfoto bersama setelah acara Persari Kwarran Mrebet |
Hari ini mungkin bukan tentang menang atau kalah.
Persari tahun ini adalah tentang proses — tentang murid-murid yang belajar disiplin, belajar tampil, belajar menjelaskan, belajar bersikap mandiri, dan belajarnya dadakan.
Sebagai guru, aku pun belajar hal yang sama.
Belajar untuk sabar, belajar untuk fleksibel, dan belajar bahwa di setiap kegiatan, selalu ada cerita baru yang bisa dibawa pulang.
Dan seperti biasa, kegiatan seperti ini membuatku sadar bahwa menjadi guru bukan hanya soal mengajar di kelas.
Tapi juga soal menemani, mendampingi, dan menyaksikan murid berkembang dari waktu ke waktu.
Persari tahun ini mungkin penuh keriweuhan, tapi jujur saja… Tahun depan mungkin juga. 😄






Gabung dalam percakapan