Unexpected Day: Ketika Rencana Mengajar Kalah oleh Agenda Dadakan

tips menghadapi kegiatan dadakan di sekolah
Ada satu hal yang sering terjadi dalam dunia pendidikan, tapi jarang dibicarakan secara serius—hari-hari tak terduga, atau bahasa kerennya unexpected day.

Ini bukan tentang ban motor bocor di jalan sebelum masuk kelas, bukan juga tentang kehabisan spidol pas sudah semangat mau mulai pembelajaran.
Ini tentang sesuatu yang lebih unpredictable daripada itu semua: kegiatan dadakan di sekolah.

Sebagai guru, aku selalu berusaha datang dengan persiapan.
Selesai mengajar dan kadang di rumah, aku sudah membayangkan bagaimana pembelajaran besok siswa harus bergerak aktif, bagaimana mereka akan berdiskusi, bermain peran, atau presentasi dengan penuh percaya diri.
Dan paginya, aku siap dengan energi penuh.

Tapi ya…
Sering kali kenyataan berkata lain.

Ketika Agenda Dadakan Menyerang

Pernah satu hari, aku sudah menyiapkan learning kit lengkap:

  • LKPD yang rapi,
  • media pembelajaran interaktif,
  • bahkan permainan kecil untuk pemantik awal.

Di kepala, aku sudah bisa membayangkan bagaimana kelas akan berjalan.
Siswa akan tertawa, bertanya, berebut ingin menjawab, dan akhirnya belajar dengan gembira.

Tapi begitu sampai sekolah, tiba-tiba ada acara dadakan.

Seketika, seluruh rencana yang kutata rapi langsung poof! hilang begitu saja.

Rasanya seperti sudah pesan makanan favorit, tapi ternyata warungnya tutup.

Dalam hati aku cuma bisa berkata,
“Ya sudahlah… yang penting kegiatan lancar.”

Tapi jujur, ada rasa patah hati.
Karena persiapan itu bukan cuma menyiapkan materi, tapi juga menyiapkan hati.

Kadang Senang, Kadang Patah Hati

Yang lucu dari unexpected day adalah…
reaksiku selalu tergantung kondisi.

Ada kalanya aku diam-diam bersyukur.
Misalnya ketika malam sebelumnya bergadang karena anak rewel, atau badan rasanya butuh ketemu kasur 5 menit lagi.
Pas datang sekolah tiba-tiba ada kegiatan mendadak yang membuatku tidak perlu masuk kelas…
rasanya seperti dikirimi paket yang aku lupa teryata pernah memesannya.

Tapi kadang, unexpected day benar-benar membuyarkan semangat mengajar yang sedang tinggi-tingginya.
Terutama ketika aku baru saja menemukan metode pembelajaran baru yang ingin dicoba.
Atau ketika aku sudah menyiapkan kelas sedemikian rupa agar siswa aktif, kreatif, dan ceria.

“Kenapa harus hari ini..”
Begitu gumamku sambil memandangi alat peraga tergeletak di mejaku.

Sisi Lain Unexpected Day

Tapi makin ke sini, makin aku sadar:
justru hari-hari tak terduga ini yang memberi warna dalam profesi guru.
Tanpa “kejutan-kejutan kecil” ini, mungkin dunia pendidikan akan terasa flat dan terlalu teratur.

Kadang kegiatan dadakan itu justru menjadi momen:

  • guru bertemu orang dengan profesi lain dan belajar hal baru dari mereka,
  • siswa mendapat pengalaman baru,
  • jeda sebentar di tengah padatnya kegiatan.

Dan di balik kekacauan jadwal, ada ruang untuk fleksibilitas.
Ruang untuk “ya sudahlah, nikmati saja.”

Belajar dari Hari yang Tidak Terduga

Ada tiga pelajaran kecil yang aku ambil dari unexpected day:

1. Tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana

Kadang yang tidak terduga justru mengajarkan hal baru—entah itu kesabaran ataupun adaptasi. Nah ini hal yang kadang jadi patokanku untuk melaksanakan kegiatan, no plan no gain. Haha..

2. Fleksibilitas adalah keterampilan penting bagi guru

Tidak hanya untuk siswa, tapi untuk diri sendiri juga. Kalau kaku, tidak cuma siswa dan guru lain tapi aku juga bakalan tidak nyaman. Jadi harus bisa adaptasi dengan apa yang saat itu sedang dihadapi.

3. Energi yang sudah disiapkan tidak hilang begitu saja

Besok bisa dipakai lagi.
Lusa mungkin lebih tepat waktunya.
Yang penting, niat mengajar itu tetap hidup.

Unexpected Day Bukan Musuh, Tapi Bumbu

Pada akhirnya, unexpected day bukanlah musuh.
Dia hanyalah tamu yang tak diundang. Kadang membawa bingkisan kejutan, kadang membawa sedikit kerepotan.

Tapi ya namanya juga hidup.
Tidak semua bisa diatur oleh kalender sekolah.
Beberapa hal datang tiba-tiba untuk membuat kita ingat bahwa menjadi guru bukan hanya soal mengajar tapi juga soal menerima, menyesuaikan, dan tetap tersenyum meski rencana ambyar.

Besok mungkin akan ada kegiatan dadakan lagi.
Atau mungkin tidak.
Mana pun yang datang, semoga kita tetap bisa melihat sisi lucunya biar tetap bisa tertawa. Haha..