Hari Ini: Bayar Pajak Motor
Pagi itu sebelum berangkat sekolah aku teringat satu hal penting yang mengganjal di kepala: tanggal 19 Desember 2025 adalah batas akhir pembayaran pajak motor.
Biasa saja sih, urusan pajak bukan sesuatu yang bikin deg-degan setengah mati — asal ingat dan datang tepat waktu, pasti beres. Tapi kalau telat sedikit saja… ya tahu sendirilah.
Masalahnya bukan tentang bayar atau tidak bayar. Masalahnya adalah: jadwal Samsat Keliling yang kubutuhkan tidak pas dengan jadwalku hari itu. Jadwal yang dipasang di Instagram Samsat kadang kurang update, dan aku kurang yakin itu benar di lapangan.
Yaudah, daripada nebak-nebak sendiri, aku pun mengambil keputusan praktis: nulis status WhatsApp dan tanya di sana.
Status WhatsApp: Sederhana, Tapi Mendapat Jawaban Tak Terduga“Ingfo Samsat Keliling hari ini dong..”
Cuma itu isinya, singkat dan seadanya.
Yang terjadi kemudian menurutku menarik banget: dalam waktu kurang dari sejam, sekitar 20 orang membalas status itu. Dan bukan balasan singkat kayak “cek IG”, tapi lokasi konkret dengan jam operasional dan keterangan yang jelas. Walaupun kadang perlu tanya lagi jamnya.
Beberapa lokasi yang disebutkan antara lain:
- Bobotsari (buka setiap hari, 09.00–12.00)
- Bukateja
- Sentul Garden
- Kutasari
- Depan Taman Reptil
- Pengadegan (depan Rejo Mulyo)
Satu per satu aku baca balasannya di sekolah.
Ada yang bilang “di Bobotsari pelayanannya cepat, tanpa antre”. Ada yang bilang itu di balaidesa, tapi kebanyakan di sekitar Kantor Kecamatan Bobotsari.
Balasan-balasan itu sederhana, tapi bagiku sangat membantu. Tidak hanya info lokasi, tapi juga menunjukkan bahwa banyak orang yang peduli dan mau bantu, bahkan terhadap hal yang sebenarnya sederhana seperti ini.
Kadang aku merasa kalau ini bukan sekadar jawaban, tapi juga semacam kepedulian komunitas yang nggak terlihat tapi nyata, terutama ketika orang lain memiliki waktu sebentar saja hanya untuk membalas statusmu.
Bobotsari Terpilih Karena Arah dan Jadwalnya Cocok
Karena aku harus berangkat ke sekolah lebih dulu, aku menentukan pilihan berdasarkan arah perjalanan dan jam buka yang paling pas:
— Samsat Keliling Bobotsari.
Setelah menyelesaikan beberapa tugas administratif, aku izin sebentar untuk membayar pajak ke Bobotsari.
Saat aku tiba di lokasi sebelum jam 09.00, suasananya masih lengang. Ada beberapa orang yang sudah datang lebih awal, mungkin karena ingin berada di urutan awal antrian.
Sampai di sana, ternyata petugasnya belum datang.
Aku ingat tadi itu aku setelah menyapa beberapa orang yang sudah ada di sana, aku hanya duduk di pinggiran di tempat mirip pendopo, menunggu sambil melihat orang-orang berdatangan.
Dan ya, jam 09.00 tepat, petugas pun tiba.
Jam 09.00: Pelayanan Dimulai, Nomor Antrianku yang Ke-3
Begitu pelayanan dimulai, kami berbondong-bondong masuk ke ruangan. Alhamdulillah, ketika aku berpamitan berangkat kepala sekolahku berpesan agar langung menyerahkan STNK dan KTP ke petugas. Suara panggilan nomor satu dan dua terdengar cepat. Mereka ditanyai nomor HP, dan aku kaget. Antrean pertama, katanya tidak punya HP. Antrean masih mending, punya tetapi tidak hafal nomornya.
Giliranku masuk ke booth itu pun cukup cepat, antrianku nomor 3. Aku pun ditanyai nomor HP, dan kujawab dengan cepat mengingat antrean di belakangku semakin memanjang.
Prosesnya sendiri tidak lama: kurang dari lima menit. Yang membuat keseluruhan proses terasa agak lama bukan karena pelayanan, tapi karena menunggu — sekitar setengah jam dari aku datang sampai pelayanan dimulai.
Kalau dibandingan dengan proses di kantor Samsat yang sering ramai, nunggu setengah jam di Samsat Keliling terasa wajar, dan bahkan tergolong santai.
Catatan Kecil Tentang Kepedulian Orang Lain
Sepanjang perjalanan pulang, sambil mikir soal pengalaman pagi itu, aku teringat bagaimana awalnya aku mendapat info:
Aku jadi sadar satu hal sederhana tapi penting:
ketika kita berani bertanya, banyak orang rela memberikan jawabannya.
Kadang kita takut bertanya karena merasa itu urusan pribadi. Tapi realitanya, banyak orang justru merasa senang bisa membantu — kalau memang mereka tahu jawabannya. Respons-respons yang masuk tadi pagi bukan hanya sekadar alamat dan jam pelaksanaan Samsat Keliling.
Ada juga komentar kecil seperti:
“Kalau rame, sabar aja, biasanya cepat juga kok.”
“Di Bobotsari pelayanannya ramah.”
Sampai-sampai karena aku awam di daerah itu, ada yang menunjukkan tempat itu dengan detail;
Tujuannya sudah jelas, biar aku lebih gampang menemukan tempat itu. Terima kasih ya.
Terlalu Sederhana, Tapi Berarti
Kalau dipikir-pikir, pagi itu urusanku sederhana:
- bayar pajak motor sebelum jatuh tempo.
- memilih Samsat Keliling ketimbang kantor utama.
- nanya di status WhatsApp karena jadwal yang kurang pas.
Tapi hasilnya bukan sekadar urusan selesai.
Ada beberapa pelajaran kecil yang kujumpai sepanjang proses:
- Informasi yang tepat sering datang dari orang lain. Kita cuma perlu bertanya dengan cara yang sederhana.
- Banyak orang mau membantu, meski hanya lewat pesan singkat. Kadang itu bikin harimu terasa lebih ringan.
- Sabar menunggu itu bukan hal buruk. Sama seperti kita menunggu antrian, hidup juga punya urutan yang harus kita terima dengan tenang.
Pada akhirnya, pajakku sudah beres dibayar.
Dan bukan hanya itu — aku pulang dengan rasa bahwa masih banyak orang yang bersedia berbagi informasi dan membantu tanpa diminta.
📍 Lokasi Samsat Keliling Bobotsari

Gabung dalam percakapan