Copyright © WindFlex All Right Reserved
Feri | Rasa dan Cerita
Blog personal yang menyajikan catatan perjalanan, ulasan kuliner, dan refleksi hidup. Ditulis dengan gaya bercerita yang dekat dan jujur, untuk pembaca yang menyukai makna di balik keseharian.

Kak Jumbo: Kisah Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 2 Mrebet

Kak Jumanto atau biasa dikenal dengan nama Kak Jumbo hadir di SD Negeri 2 Mrebet. Bagaimana kelakarnya? Yuk, simak bersama!

Seperti tahun-tahun sebelumnya, SD tempat saya mengajar kembali menyelenggarakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kali ini, saya diberi kepercayaan menjadi ketua panitia. Awalnya, saya sempat sedikit gugup, tapi siapa yang bisa menolak momen spesial seperti ini? Dengan penuh semangat, saya mulai mempersiapkan acara bersama teman-teman guru.

Kak Jumbo

Kak Jumbo

Puncak acara tahun ini kami percayakan kepada Kak Jumanto, atau yang lebih akrab dipanggil Kak Jumbo. Sosok ini sudah sangat dikenal, bukan hanya di SD kami tapi juga di sekolah-sekolah sekitar. Kak Jumbo adalah salah satu talenta unik yang bisa melakukan hampir semua hal; mulai dari mengisi renungan malam, mendampingi manasik haji tingkat taman kanak-kanak, hingga menjadi pencerita kisah-kisah Nabi Muhammad dengan gaya yang begitu jenaka.

***

Persiapan Acara

Sebagai ketua panitia, tanggung jawab saya cukup berat. Untungnya, semangat teman-teman guru  dan juga wali siswa begitu tinggi. Tidak ada yang mengeluh, bahkan semuanya terlihat antusias. 

Walaupun undangan hanya sebatas melalui pesan WhatsApp, saya yakin Kak Jumbo akan hadir. Alhamdulillah, beliau hadir tepat waktu. 

Sebelumnya, Kak Jumbo mengisi acara yang sama di BA Keponggok. Lumayan dekat dengan SD tempat saya mengajar. Kak Jumbo tiba, langsung ke tempat acara yaitu mushola. "Langsung saja, Mas Feri." Acara pun kami mulai.

Kak Jumbo memang sudah terbiasa dengan suasana penuh anak-anak, jadi kami tahu beliau pasti bisa membawa suasana ceria.

Perjalanan Kisah Nabi dengan Boneka Tangan

Waktu yang dinanti akhirnya tiba. Suasana SD dipenuhi anak-anak yang bersemangat. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, semuanya sudah duduk rapi di mushola. Tak hanya itu, kami juga mengundang wali murid untuk turut menghadiri. Setelah beberapa sambutan singkat, tibalah saat yang ditunggu-tunggu: Kisah Nabi Muhammad SAW dari Kak Jumbo.

Dia membuka ceritanya dengan membawa kami untuk melantunkan shalawat, dan anak-anak langsung menyahut dengan semangat. Mengawali kisah, Kak Jumbo menyapa “Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!” teriaknya. 

Dengan suaranya yang khas dan ekspresi wajah yang dramatis, dia bercerita tentang bagaimana Nabi lahir di tengah-tengah bangsa Arab yang saat itu dipenuhi kejahilan. “Dulu Nabi Muhammad lahir di tengah-tengah masyarakat yang jahil. Tahu artinya jahil?” candanya, yang membuat anak-anak tertawa terbahak-bahak.

Kak Jumbo memerankan Hubal si Patung Besar
Kak Jumbo memerankan Hubal - Patung Besar

Kak Jumbo juga sempat memerankan Ibunda Nabi Muhammad - Aminah yang sedang mengandung. Ia membawa buntalan kain dan dimasukkan ke dalam jaketnya. Seolah perutnya membuncit hamil. anak-anak pun tertawa melihatnya. Namun saya lupa tidak menangkap gambarnya, terlalu asyik dan terbawa suasana.

Menjelang akhir kisah, Kak Jumbo mengeluarkan boneka tangan—inilah bagian yang ditunggu-tunggu. Boneka ini berperan sebagai teman kecil Nabi Muhammad. Dalam salah satu kisah, boneka ini menemani Nabi saat dadanya akan dibelah oleh malaikat. Dengan gaya jenaka, boneka tangan ini ikut bereaksi, menambah humor di tengah kisah serius.

“Waaahh... kok malaikat mau belah dadanya Nabi Muhammad?” Tanya boneka itu dengan suara cempreng yang sengaja Kak Jumbo ubah. Lalu, dengan gaya serius tapi lucu, Kak Jumbo menjelaskan bahwa pembelahan dada itu adalah salah satu mukjizat untuk membersihkan hati Nabi Muhammad dari sifat-sifat buruk. Anak-anak kembali tertawa, meski sebagian wajah mereka terlihat kagum dengan cerita tersebut.

Kak Jumbo dan Boneka Tangannya
Kak Jumbo bersama Boneka Tangannya

Peran Kak Jumbo sebagai Berbagai Karakter

Salah satu yang membuat Kak Jumbo begitu menarik adalah kemampuannya memerankan banyak karakter dalam satu cerita. Saat dia menceritakan kisah Nabi Muhammad yang menerima wahyu pertama di Gua Hira, tiba-tiba suara Kak Jumbo berubah jadi berat dan tegas, “Aku adalah Jibril, utusan Allah!” katanya, meniru suara malaikat. Anak-anak langsung terdiam sejenak, terkesima dengan gaya dramatisnya.

Namun tak lama, suasana kembali cair ketika Kak Jumbo mengubah suaranya lagi menjadi lembut saat memerankan Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad. Dengan gaya santai dan sedikit guyon, Kak Jumbo bercerita bagaimana Siti Khadijah mendukung Nabi Muhammad setelah wahyu pertama. “Coba bayangin, kalau Siti Khadijah pasrah aja, bisa-bisa Nabi Muhammad enggak semangat lagi nerima wahyu!” canda Kak Jumbo yang langsung disambut gelak tawa.

Setiap kali ada adegan berjalan, anak-anak diminta untuk bertepuk tangan dan Kak Jumbo mengiringi "Dem.. Dem Dem.. Dem Dem Dem..." 

Tips Mengadakan Acara Maulid

Nah, sebagai ketua panitia, saya punya beberapa tips nih buat kamu yang mungkin juga mau mengadakan acara seperti ini di sekolah:

1. Pilih narasumber yang kreatif  

Pastikan narasumbernya bisa menghibur anak-anak tanpa mengurangi nilai edukasi dari cerita yang disampaikan. Sosok seperti Kak Jumbo adalah contoh yang bagus: mampu menggabungkan humor dengan edukasi agama.

2. Sediakan properti pendukung  

Boneka tangan yang digunakan Kak Jumbo ternyata sangat membantu. Anak-anak jadi lebih fokus dan interaktif saat melihat boneka tersebut "berbicara".

3. Atur waktu dengan baik  

Pastikan setiap segmen acara terjadwal dengan baik, terutama saat melibatkan anak-anak. Mereka cenderung cepat bosan, jadi jangan terlalu lama di satu bagian.

4. Buat suasana jadi fun!  

Suasana ceria dan penuh canda membuat anak-anak lebih mudah menyerap cerita. Jangan takut memasukkan humor di acara seperti ini, asal tetap menjaga kesopanan dan relevansi.

Kisah Penutup: Wafatnya Nabi Muhammad

Di penghujung acara, Kak Jumbo mulai bercerita tentang wafatnya Nabi Muhammad SAW. Suasana pun mulai berubah lebih serius. Meski begitu, Kak Jumbo tetap berhasil menjaga agar suasananya tidak terlalu sedih. Dia menggambarkan momen-momen terakhir Nabi Muhammad dengan penuh penghayatan, namun tetap dengan gaya narasi yang mudah dipahami anak-anak.

Ketika Kak Jumbo bercerita bagaimana Nabi Muhammad meninggal di pangkuan Siti Aisyah, suasana hening sejenak. Anak-anak terdiam, mungkin sebagian dari mereka mulai memahami betapa besar pengorbanan Nabi Muhammad untuk umatnya. Tapi tentu, Kak Jumbo menutupnya dengan kalimat motivasi: “Nabi sudah pergi, tapi ajarannya tetap ada di hati kita! Ayo, siapa yang mau jadi anak yang baik seperti Nabi?” tanyanya dengan nada semangat.

***

Setelah acara selesai, saya sebagai ketua panitia merasa sangat lega dan puas. Semua berjalan lancar, dan yang paling penting, anak-anak terlihat begitu senang. Bahkan banyak dari mereka yang masih asyik membahas cerita Kak Jumbo saat pulang.

Dan seperti biasa, ketika saya dan beberapa guru lain mengevaluasi acara, kami tak bisa berhenti tersenyum membahas betapa serunya cerita Kak Jumbo. Saya pikir, acara Maulid kali ini akan selalu diingat oleh anak-anak sebagai momen di mana mereka tertawa, belajar, dan merasa semakin dekat dengan Nabi Muhammad SAW.

***

Itulah cerita seru Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD tempat saya mengajar. Sebuah acara yang penuh makna, dibalut dengan tawa dan pelajaran berharga. Hingga tahun depan, semoga kami bisa menghadirkan acara yang tak kalah menarik!

Profil Kak Jumbo

Profil Kak Jumbo

Sosial Media

Posting Komentar